RENUNGAN RAMADHAN 1435 H

MARHABANYARAMADHAN2300

1. Renungan Puasa I. 10 hari pertama Ramadhan adalah Rohmah.

Menyambutnya dengan gembira, melakukannya dengan ikhlas, menghindari lisan dari penyakit hati (fitnah, ghibah, namimah), juga penyakit AIDS (angkuh, irihati, dengki, sombong) kemudian muhasabah, sembari rutin membaca, memahami dan mengamalkan firmanNya adalah sebuah riyadoh tuk dapat rahmatNya meskipun Allah memberikan rahmatNya tanpa pandang bulu namun rahmat bisa menjadi istidraj bagi yang tidak mensyukurinya dan menjadi karunia bahkan menjadikan lahan kebaikan tuk mereka yang mampu mensyukurinya. Islam adalah “ROHMATAN LIL ‘ALAMIN”, dalam politik perbedaan pendapat adalah rohmah jadi buat apa saling menghujat padahal sudah jelas siapa yang akan menjadi RI1. Allah telah menyiapkan orang terbaik yang memperoleh petunjuknya “Satriyo Piningit Sinisihan Wahyu”. Campur tangan manusia hanyalah membuat kotor dirinya dan capres yang diusungnya. Yang terbaik adalah berdo’a semoga Allah menjadikan RI 1 orang yang disenangi rakyat disegani pejabat,sayang kepada rakyat berani kepada penjahat, tidak memperkaya diri namun rajin berantas korupsi, tidak sula molor dan babat habis koruptor, bukan anteknya “dajjal” dan habiskan para pejabat yang “begundal”, rajin ibadah kepadaNya dan rajin silaturahim kepada warganya. Aamiin Yaa Robbal ‘Alamin.”

2. Renungan Ramadhan II, ausathuhu maghfiroh : ampunan Gusti Allah.

Kanjeng Nabi sampun dawuh :”Man shoma romadhona imanan wahtisaban ghufirolahu ma taqodama min dzanbih”. Barangsiapa berpuasa dengan iman dan ikhlas hanya mengharap ridhoNya Allah akan mengampuni dosa2nya yang lalu.” Aamiin. Memohon ampun kepada Allah akan lebih afdhol apabila kita mudah memohon maaf dan memaafkan orang lain (huqul adamiyin). Allahuma innaka ‘afuwun karim tukhibul ‘afwa fa’fuana yaa karim. Orang yang telah memperoleh rohmat pada Fase I Romadhon tentu mudah memaafkan orang lain bahkan lawan sekalipun. Bukankah lawan badminton adalah teman bermain, lawan debat adalah teman berfikir. Mereka telah rela berkorban untuk memperoleh status menang. Orang yang menang tanpa ngasorake adalah mereka yang memiliki akhlaq terpuji (khusnul khuluq) sebagaimana Kanjeng Nabi pernah bertanya kepada Abu Haurairah “Tahukah kamu apa yang disebut khusnul khuluq (akhlaq terpuji)? Tidak ya Rasul jawab Abu Huroiraoh. Kemudian Nabi menjelaskan apa yang dimaksud akhalq terpuji itu : 1. Shil man qoto’ak (silaturahmi kepada orang yang membencimu), 2. U’thi man haromak (memberi kepada orang yang bakhil kepadamu), dan 3. Af’wan man dzolamak (mengampuni orang2 yang dzolim kepadamu).” Capres yang mampu melakukan ini merekalah yang menjadi RI 1 yang sebenarnya. dan kita yang mapu melakukan itu adalah kita yang naik level menuju tujuan puasa “la’alakum tattaquun” (orang yang bertaqwa : in all of Allah and do good works towards Allah).

3. RENUNGAN RAMADHAN III : ITQUM MINAN NAAR (Pembebasan Dari Api Neraka).

Panas api terpanas dunia hanya sepertujuhpuluh api neraka, subhanalloh. Tidak ada elemen, komponen, material dunia yang mampu melindungi dari panasnya. Namun Alloh telah memberikan kekuatan pada Nabi Ibrahim terhadap api tentu Allah juga telah menyiapkan berkahnya memberikan kepada siapa yang dikehendaki untuk menghadapi atau terhindar dari api neraka yang ultra panas itu. Nabi mengajarkan “man fariha biduhulir romadhon haromallohu jasadahu ‘alaa niroon” (barangsiapa bergembira dengan datangnya bulan romadhan diharamkan tubuhnya dari api neraka), dalam kitab qomi’ut tughyan ada beberapa contoh bagaimana seseorang masuk kedalam syurga melalui “sirotol mustaqim” : 1.shidiqin (jujur) melewati sirotol mustaqim seperti kilat yang menyambar (kalbarqil khotif), 2.’alimun (org alim) seperti angin bertiup (karrihil ‘ashif), 3.Budala’ (wali abdal) seperti burung yg menyambar mangsanya (kathoiri fi sa’ati yasiroh) 4.Para syuhada’ melewatinya seperti kuda balap (kal farosi saabiq) dlm waktiu 1/2 hari 5. Al haj (Haji) selama 1 hari penuh 6.Muthi’un (dermawan) melewatinya selama 1 bulan dan 7.’ashun (orang yg berlumuran dosa namun masih beriman) mereka akan menghadapi api neraka meskipun karena nur imannya atas ridhoNya akhirnya mereka bisa dimasukkan ke surga. Dari cerita diatas dapat dipetik hikmah bahwa yang bisa menyelamatkan manusia dari api neraka adalah iman, ilmu dan amal sholehnya yang dikerjakan dengan ikhlas dan hanya mengharap rodhoNya semata. “lillah billah lirosul birrosul-aamiin”.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.