Sosialisasi MUI Krian 1433 H

Ta’mir masjid telah menerima undangan dari MUI Sidoarjo di kecamatan Krian dalam rangka Turba untuk sosialisasi dan Dakwah Islamiyah tentang Ukhuwah.

Acara berlangsung di pendopo Kecamatan Krian pada hari Selasa, 29 Mei 2012 mulai pukul 08:30 s/d 11.30 BBWI  dan dihadiri sekitar 60 orang.

Hadir dari perwakilan Junwangi adalah Ir. MANOET, SE., CBA selaku  Ta’mir Masjid dan Kaur Kesra Junwangi.

Pertemuan dihadiri Muspika, Jajaran MUI Sidoarjo selaku TIM Pembicara, MUI Krian, Alim Ulama’ dan Para Sekretaris Desa, Kaur Kesra dan Ta’mir Masjid se kecamatan Krian.

Acara diawali dengan pembukaan, sambutan-sambutan dari MUI Krian dan Camat Krian yang intinya bagaimana umat Islam perlu menjaga persatuan dan kesatuan. Bapak Camat juga menyampaikan bahwa tanggal 29 Mei adalah hari lumpur lapindo pertama kali menyemburkan muntahannya tepatnya 29 Mei 2006 yang lalu. Kasusnya sampai saat ini belum selesai tuntas, selanjutnya pak camat mengajak kepada yang hadir untuk bersyukur karena tidak mengalami musibah demikian.

Acara inti diisi dua pembicara yaitu KH. Umar Basyir dan KH.DR.Ahmad Muhammad. Tokoh MUI Sidoarjo itu menjelaskan tentang Sejarah dan kiprah MUI sampai sekarang ini. Dijelaskan beliau bahwa MUI adalah wadah para ulama’ sebagai mitra umara’ dalam berbangsa dan bernegara. Dalam da’wah bersifat fatwa (billisan) maka MUI tidak punya basis masa dan bukan organisasi masa.

Pembicara kedua menjelaskan tentang perlunya persatuan dan kesatuan dalam NKRI dan mengingatkan bahwa negara Indonesia bukan negara Islam. Oleh karena itu perlu memahami konsep dalam berbangsa dan bernegara yaitu :

  1. Ta’aruf (saling mengenal)
  2. Tashamuh (toleransi)
  3. Ta’awun (saling menolong)

Dalam kehidupan sehari-hari  kita bertetangga dengan 4 macam :

  1. Satu keturunan satu agama
  2. Satu keturunan beda agama
  3. Beda keturunan satu agama
  4. Beda keturunan beda agama

Pembicara mengajak agar bisa memahami itu dengan menerapkan konsep toleransi sebagaimana yang dilakukan oleh Rosululloh S.A.W.

Dalam berbangsa dan bernegara perlu memahami pentingnya ukhuwah. Ukhuwah ada beberapa macam yaitu ukhuwah basyariyah (seluruh manusia), ukhuwah wathoniyah (satu negara), ukhuwah diniyah (agama), dan ukhuwah jam’iyah (perkumpulan).

Acara dilanjutkan dengan dialog dengan 3 pertanyaan.

Mengingat waktu sudah siang acara diakhiri dengan doa oleh sesepuh ulama’ kecamatan krian KH. Masyhudan Umar.